7 Tanda Anak Kurang Perhatian dan 3 Langkah Menghadapinya

Banyak orangtua tidak sengaja atau bahkan sengaja mengabaikan anak sehingga membuat anak kurang perhatian. Hal ini akan memengaruhi tumbuh kembang si anak. Mungkin banyak orangtua tidak menyadari mereka telah mengabaikan anak. Sebenarnya, mengabaikan anak tak hanya sekadar tidak memberikannya kasih sayang. Setiap orangtua pasti akan mencurahkan semua kasih sayang pada anak-anak. Namun, hal ini juga berkaitan dengan pemenuhan semua kebutuhan anak, dari kebutuhan fisik, kesehatan, pendidikan, dan emosional. Anak yang kurang perhatian orangtua, biasanya cenderung mengalami berbagai masalah kesehatan baik fisik maupun mental, gangguan kognitif, kekurangan gizi, bermasalah dalam berperilaku, dan bahkan lebih parah bisa mengancam kehidupan dan keselamatannya

Dikutip dari Hallo Sehat, ada banyak tanda yang dapat menunjukkan kemungkinan anak yang diabaikan atau kurang perhatian orangtua, seperti:

1. Anak sering tidak masuk, malas atau bolos sekolah.

2. Anak terlihat menggunakan pakaian atau seragam kurang layak; seperti terlihat kusut, kotor, atau robek.

3. Anak melakukan tindakan pencurian, meminta uang secara paksa kepada teman, atau meminta makanan pada tetangga atau teman.

4. Kebersihan tubuh anak tidak terawat, seperti bau badan atau rambut kusut.

5. Anak terlihat sangat kurus dan lemah.

6. Anak cenderung nakal atau berperilaku aneh dan tidak rasional atau sebaliknya sangat pendiam.

7. Anak tidak diawasi oleh orangtua atau pengasuh di rumah.

Apa yang kita lakukan jika melihat situasi ini? Mungkin, hal ini kita lihat pada keluarga lain atau kerabat terdekat. Nah, langkah pertama bila melihat anak yang diabaikan atau kurang mendapat perhatian orangtua adalah memastikan bahwa memang benar anak tersebut mengalami hal tersebut. Kedua, sebisa mungkin untuk membuat anak nyaman atau mendapatkan perawatan segera. Misalnya, anak kelaparan karena ditinggalkan orangtuanya bekerja, segera mungkin kita mengatasi rasa lapar anak terlebih dahulu. Langkah ketiga, beritahu kerabat atau orang terdekat anak yang bisa memberikan perawatan memadai dan menjaga anak sementara. Bila kasusnya cukup berat, kita bisa menghubungi pihak berwajib atau pelayanan kesehatan. Jangan ragu untuk melaporkan tindakan ini pada pihak berwajib, supaya anak lebih cepat mendapatkan bantuan dan penanganan. Tanpa disadari, banyak orangtua yang tidak sengaja atau bahkan sengaja mengabaikan anaknya. Hal ini membuat anak kurang perhatian dari orangtuanya dan kemudian memengaruhi tumbuh kembang si anak. Bagaimana mengetahui jika anak kurang perhatian dari orangtuanya?

Bentuk perilaku mengabaikan anak yang mungkin dilakukan ortu Mungkin kebanyakan orangtua tidak menyadari bahwa mereka telah mengabaikan si kecil. Sebenarnya, mengabaikan anak tak hanya sekadar tidak memberikannya kasih sayang. Tentu saja semua orangtua akan mencurahkan semua kasih sayangnya pada anak-anaknya. Namun, hal ini juga berkaitan dengan pemenuhan semua kebutuhan anak, dari kebutuhan fisik, kesehatan, pendidikan, dan emosional. Anak yang kurang perhatian orangtua, biasanya cenderung mengalami berbagai masalah kesehatan baik fisik maupun mental, gangguan kognitif, kekurangan gizi, bermasalah dalam berperilaku, dan bahkan lebih parah bisa mengancam kehidupan dan keselamatannya Dilihat dari kebutuhan si kecil, Anda bisa dibilang mengabaikannya bila melakukan hal berikut ini:

Kelalaian fisik: tidak memenuhi kebutuhan dasar anak, yang mencakup kebersihan, kelayakan pakaian, nutrisi, atau tempat tinggal.

Kelalaian medis: menunda perawatan medis yang diperlukan anak.

Pengawasan yang tidak memadai: tidak merawat anak di rumah, tidak melindungi anak dari bahaya sehingga anak merasa tidak aman, menitipkan anak dengan pengasuh yang tidak sesuai dan memadai.

Kelalaian emosional: melakukan kekerasan pada anak, orangtua melakukan penyalahgunaan zat, tidak memberikan kasih sayang atau dukungan emosional.

Kelalaian dalam pendidikan: mengabaikan kebutuhan sekolah anak atau tidak menyekolahkan anak.

Sumber : kompas.com